Sabtu, 17 Juli 2010

Hari yang Padat

Dear Day, hari ini sepanjang hariku penuh berkegiatan. Dimulai dari rapat di sekolah dengan orangtua murid. Lalu prepare tuk program sentra Senin besok, cek 'n re-cek LK, dsb. Setelah itu liqo gabungan 'n konsolidasi kader khusus bid.kewanitaan, sampai sore. Tiba di rumah, suamiku tengah sibuk dengan kegiatan property-nya, hari itu wawancara pihak bank dengan para customer. Rumah tampak ramai dengan aktivitas orang-orang.

Sekitar jam17 aku meluncur ke rumah Vivi, lalu asyik ngobrol tentang banyak hal: Lendo Novo dengan konsep sekolah alamnya, Zahra muridku yang diduga mengidap celebral palsy, pengalaman A'Ghulam di pesantren, dll. Yang terutama niat ke rumah Vivi, sebenernya bayar utang kerupuk rasa, eh katanya aku belum bayar 6 bungkus, padahal seingatku cuma 3, tapi..sudahlah, kadang aku memang pelupa.

Bada Magrib, setelah pulang dari rumah Vivi, tadinya mau langsung pergi lagi ke Yogya tuk beli keperluan A'Ghulam, namun suamiku belum selesai dengan urusan property-nya. Lagipula, hujan turun deras sekali. Akhirnya kami berangkat pukul 8 malam. Selesai belanja di Yogya, kami bergegas ke Hermina untuk mengambil kacamata Zidan, tapi yaah terlambat, optiknya keburu tutup.

Kami mendarat di rumah pukul 10 malam. Hmm.. lumayan, hari yang melelahkan.

(Sabtu, 17 Juli 2010)

Jumat, 16 Juli 2010

The First

Day.. aku anggap ini pertemuan kita kembali. Mulai hari ini aku akan kembali berlabuh padamu, mencurahkan isi hatiku, menceritakan penggalan kisah perjalananku, seperti dulu..

Bermula dari hari ulang tahun Zidan. Ya..hari ini genap 10 thn usia Zidan. Pagi2, ia ngambek, ngga mau sekolah, katanya di sekolah bete, ngga seru. Setelah berbagai argumentasi, aku ngga berhasil membujuknya. Alhasil, Zidan hari itu bolos. Kupikir, ia ngga mau sekolah karena kuatir dikerjain teman2nya gara2 ulang tahunnya itu.

Jadwalku pagi tadi, jam8 raker PC di Cijujung. Sementara, tugas bikin proposal tuk rapat PD siangnya, belum kelar. So..karena ngebut kerjain itu, dan Salman sedikit rewel (seperti biasa), terlambatlah aku di acara raker. Malu juga, 'pejabat' PD terlambat hingga 1 jam 15 menit.

Siangnya, rapat PD di Cibinong. Membahas HAN dan presentasi proposal kegiatan. Lagi2 aku sebel. Puncak acara HAN akan diwarnai dengan menggelar acara melukis bersama 3000 anak pada kain yang digelar demikian panjang agar masuk rekor MURI. Apa2an sih.. seremonial yang ngga jelas manfaatnya. Cuma sekedar 'rekreasi' melelahkan untuk anak-anak. Apa implikasinya terhadap perkembangan anak-anak Indonesia, khususnya anak-anak Bogor? Akhirnya terbetik kabar bahwa penyelenggaraan di Jakarta ternyata diikuti oleh 6000 anak. Ih.. sana tuh, main banyak-banyakan peserta melukis.. Bukannya melakukan tindakan nyata buat anak-anak Indonesia yang jelas-jelas nasibnya kurang beruntung. Dana dihambur ngga karuan begitu.. Pingin deh..menghadap bupati atau pejabat yang hobbynya mengedepankan seremonial seperti itu, lalu bilang.. wahai saudaraku..bertobatlah!

Sorenya, pulang ke rumah, sambil bawa eskrim buat merayakan ulang tahun Zidan. Tapi Day.. apa yang terjadi? lagi-lagi hatiku remuk redam, karena tak kuasanya aku menghadapi cara dan gaya bicara Zidan. Masya Allah.. ampuun ya Rabb.. tolong tunjukkan jalan untukku agar dapat berkomunikasi dengan baik sama Zidan, dan ia dapat merasakan betapa aku mencintai dan menyayanginya.. Aamiin.

Tentang Nadia dan Salman, mereka masih kakak beradik yang lucu dan sangat bersahabat. Kami saling mencintai..

(Kamis, 16 Juli 2010 - 23.10)